Assalamualaikum guys!
Kali ini teman-teman Bidikmisi angkatan 2015 pada program pembinaan karya tulis ilmiah(KTI), mendapatkan tantangan dari salah seorang pembimbing kami .Beliau memberikan tugas yang kami anggap susah-susah-mudah yaitu membandingkan antara model pengajaran Pak fahmi dan Ibu heksa, (mereka ini pembimbing program KTI).
Awalnya kami menolaknya tapi karena tugas kami pun menyetujuinya.
Mungkin lebih enaknya di dengar kata menilai bukan membandingkan karena menurut saya keduanya telah memberikan yang terbaik dalam proses pembelajaran. Hanya saja ada beberapa perbedaan yaitu dari teknik, metode dan media yang di gunakan pada prosesnya.
Langsung saja masuk di penilain pertama saya terhadap ibu heksa, terkihat parasnya tidak membosankan (cantik), tutur katanya lembut (tapi tegas) dan dalam pengucapkan kalimat beliau menggunakan intonasi yang baik. Dalam menyampaikan materi tentang KTI Ibu heksa cukup santai dan sabar dalam menjawab pertanyaan dari beberapa peserta. Hanya saja terkadang dalam proses pembelajaran berlangsung suasana terasa tegang mungkin karena Ibu sangat serius dan fokus. Kurang kelebihan seperti itu penilaian saya terhadap Ibu heksa.
Selanjutnya, selain menjadi pembimbing kami di program KTI, Pak fahmi adalah salah satu dosen tempat kami menimba ilmu tepatnya IAIN Kendari. Tidak jauh berbeda dengan Ibu heksa Dalam menyampaikan materi Pak fahmi sangat luwes, tidak monoton, singkat dan jelas tetapi terkadang saking singkatnya saya kurang memahami isi pembahasan yang di jelaskan, padahal menurut saya materinya menarik. Pak fahmi tidak jarang menciptakan gelak tawa sehingga suasanya nampak santai (rileks) dan tidak lupa selalu memberi kesempatan kepada kami untuk berkarya melalui tulisan dan yang terpenting selalu menghargai hasil.
Tank's untuk dua pembimbing kami, atas ilmu dan kesabarannya.
Kali ini teman-teman Bidikmisi angkatan 2015 pada program pembinaan karya tulis ilmiah(KTI), mendapatkan tantangan dari salah seorang pembimbing kami .Beliau memberikan tugas yang kami anggap susah-susah-mudah yaitu membandingkan antara model pengajaran Pak fahmi dan Ibu heksa, (mereka ini pembimbing program KTI).
Awalnya kami menolaknya tapi karena tugas kami pun menyetujuinya.
Mungkin lebih enaknya di dengar kata menilai bukan membandingkan karena menurut saya keduanya telah memberikan yang terbaik dalam proses pembelajaran. Hanya saja ada beberapa perbedaan yaitu dari teknik, metode dan media yang di gunakan pada prosesnya.
Langsung saja masuk di penilain pertama saya terhadap ibu heksa, terkihat parasnya tidak membosankan (cantik), tutur katanya lembut (tapi tegas) dan dalam pengucapkan kalimat beliau menggunakan intonasi yang baik. Dalam menyampaikan materi tentang KTI Ibu heksa cukup santai dan sabar dalam menjawab pertanyaan dari beberapa peserta. Hanya saja terkadang dalam proses pembelajaran berlangsung suasana terasa tegang mungkin karena Ibu sangat serius dan fokus. Kurang kelebihan seperti itu penilaian saya terhadap Ibu heksa.
Selanjutnya, selain menjadi pembimbing kami di program KTI, Pak fahmi adalah salah satu dosen tempat kami menimba ilmu tepatnya IAIN Kendari. Tidak jauh berbeda dengan Ibu heksa Dalam menyampaikan materi Pak fahmi sangat luwes, tidak monoton, singkat dan jelas tetapi terkadang saking singkatnya saya kurang memahami isi pembahasan yang di jelaskan, padahal menurut saya materinya menarik. Pak fahmi tidak jarang menciptakan gelak tawa sehingga suasanya nampak santai (rileks) dan tidak lupa selalu memberi kesempatan kepada kami untuk berkarya melalui tulisan dan yang terpenting selalu menghargai hasil.
Tank's untuk dua pembimbing kami, atas ilmu dan kesabarannya.
Komentar
Posting Komentar